Apakah anda sedang mencari kandidat untuk segera mengisi posisi kunci di tim, tapi inbox Anda tetap sunyi meski iklan lowongan sudah dipasang di berbagai portal karier?
Faktanya, riset menunjukkan 75% tenaga kerja termasuk kandidat pasif yang tidak secara aktif mencari pekerjaan, tetapi siap mempertimbangkan tawaran menarik. Di lain pihak, hanya 25% yang benar-benar aktif melamar, sehingga persaingan pada kelompok ini pun ketat (AIHR)
Mari menggali lebih dalam pengertian kandidat, jenis-jenisnya, hingga cara sourcing dan seleksinya dengan tepat dalam ulasan Cake berikut ini.

Pernahkah Anda berpikir, “Siapa sebenarnya kandidat yang tepat untuk posisi ini?”. Menurut Cambridge Dictionary, kandidat artinya adalah orang yang sedang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan atau jabatan terpilih.
Dalam praktik sehari-hari, istilah “kandidat” tidak selalu berarti mereka yang sudah mengirimkan CV. Bisa jadi ada talenta tersembunyi di luar sana—yang belum tahu bahwa perusahaan Anda membuka lowongan. Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, tanyakan pada diri sendiri:
Memahami definisi ini akan membantu Anda menyusun strategi rekrutmen yang tajam dan terukur.

Dalam proses pencarian dan pemilihan talenta, penting bagi perusahaan untuk memahami dua jenis kandidat berdasarkan pendekatan mereka terhadap peluang kerja: kandidat aktif dan kandidat pasif.
Pernahkah Anda menerima tumpukan CV dengan antusias, lalu bertanya, “yang mana ya talenta yang benar-benar cocok?” Itulah ciri khas kandidat aktif.
Definisi:
Kandidat aktif adalah individu yang sedang giat mencari pekerjaan baru—mereka rutin mengirim lamaran, memperbarui profil LinkedIn, dan mengikuti berbagai job fair atau acara rekrutmen.
Kenapa mereka penting?
Dengan kandidat aktif, Anda bisa mengisi posisi lebih cepat karena mereka sudah “siap tempur”: portofolio terbaru, CV yang terstruktur rapi, dan motivasi tinggi untuk segera bergabung.
Karakteristik Utama:
Apa yang Membuat Mereka Tertarik?
Kandidat aktif cenderung termotivasi oleh:
Apakah deskripsi lowongan Anda sudah cukup menarik bagi kandidat aktif?
Pernahkah Anda menjumpai profesional dengan rekam jejak gemilang, tapi mereka tidak pernah melihat lowongan Anda? Itulah kandidat pasif.
Definisi:
Melansir AIHR, kandidat pasif adalah individu yang tidak sedang secara aktif mencari pekerjaan, namun memiliki keahlian dan pengalaman yang sangat dibutuhkan perusahaan Anda. Mereka tidak tergabung di “applicant pool” karena tidak mengirimkan lamaran—sehingga sering terlewat dari radar rekrutmen biasa.
Mengapa mereka penting?
Mencari kandidat pasif mungkin memerlukan usaha ekstra untuk menggali jaringan, memanfaatkan headhunter, atau kampanye talent branding, namun imbalannya besar. Anda bisa mendapatkan talenta yang tidak hanya sedikit pesaingnya, tetapi juga biasanya sudah terbukti kinerjanya, misalnya untuk posisi eksekutif atau jabatan spesialis tingkat tinggi.
Karakteristik Utama:
Apa yang Membuat Mereka Tertarik?
Kandidat pasif tidak terpikat oleh gaji semata. Mereka lebih responsif pada tawaran yang:
Mulailah dengan menanyakan pada diri sendiri: "Apa “unique selling point” (USP) perusahaan saya yang benar-benar bisa memikat talenta top?". Lalu, komunikasikan USP itu lewat konten LinkedIn, webinar, atau sesi sharing bersama tim Anda.

Mendapatkan kandidat terbaik bukan hanya soal menunggu lamaran masuk. Sourcing kandidat adalah strategi proaktif untuk menjangkau talenta yang sesuai, baik aktif maupun pasif.
Berikut beberapa cara yang efektif:
Meski begitu, ada perbedaan besar dalam pola merekrut kandidat aktif vs aktif, berikut tabel perbedannya:
| Kandidat Aktif | Kandidat Pasif |
|---|---|
Mengandalkan job board, portal karier, dan media sosial untuk menarik lamaran secara langsung. |
Diidentifikasi melalui Boolean search, LinkedIn Advanced Search, dan jaringan headhunter yang proaktif seperti Cake Recruitment Consulting. |
Pendekatan “pull”: memasang iklan terbuka dan menunggu aplikasi masuk. |
Pendekatan “push”: mengirim pesan personal, cold outreach, serta memanfaatkan program referral dan kampanye talent branding intensif. |
Biasanya bersifat informatif dan generik, menjelaskan deskripsi pekerjaan, dan benefit dasar. |
Disesuaikan secara personal: mengaitkan pengalaman, minat, dan nilai kandidat dengan budaya perusahaan Anda. |
Rendah hingga menengah; banyak template standar yang dipakai berulang. |
Tinggi; memanfaatkan hyper-personalized messaging berdasarkan data lokasi, proyek sebelumnya, dan passion pribadi. |
Ringkas dan cepat, proses interview dan tes biasanya terstruktur singkat untuk mengisi posisi segera. |
Lebih panjang dan memerlukan nurturing: tahap engagement, follow-up berkala, dan diskusi mendalam untuk membangun hubungan. |
Menonjolkan benefit dasar dan reputasi umum perusahaan melalui iklan lowongan. |
Fokus pada cerita budaya kerja, testimonial karyawan, dan peluang pengembangan jangka panjang untuk menarik perhatian talenta mapan. |
Job boards, ATS, dan sistem pelacakan pelamar (Applicant Tracking System). |
Platform sourcing canggih (seperti Hireflow), alat pencarian Boolean, serta CRM untuk membangun talent pipeline. |
Biaya relatif rendah dan waktu singkat untuk mengisi volume besar posisi entry‐level atau mid‐level. |
Investasi tinggi baik dalam hal waktu maupun biaya—sering kali memerlukan dukungan headhunter dan kampanye branding khusus. |
Cenderung tinggi karena kandidat aktif memang mencari pekerjaan baru. |
Relatif rendah; banyak pesan yang tidak berbalas, sehingga butuh follow-up dan multiple touchpoints. |
”Jangan menggunakan asumsi ketika melakukan sourcing. Alasannya, banyak informasi yang mungkin tidak tersampaikan dalam CV. Jadi, proses seleksi sebenarnya adalah saat interview pertama, bukan dari saat kita melihat CV mereka.”
Jansen Tendean, Recruitment Consultant & Country Manager Cake

Setelah proses sourcing dilakukan, tantangan berikutnya adalah menyaring kandidat hingga menemukan yang paling sesuai. Berikut prinsip dasar dalam memilih kandidat berkualitas:
Pilih satu metode di atas dan coba implementasikan minggu ini, lalu ukur hasilnya.
Kandidat adalah individu yang sedang dipertimbangkan untuk mengisi suatu posisi pekerjaan. Mereka bisa berasal dari proses rekrutmen internal (dari karyawan yang sudah ada) maupun eksternal (dari luar perusahaan). Kandidat biasanya telah memenuhi kualifikasi dasar yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Mencari kandidat adalah proses awal dalam rekrutmen untuk menemukan individu yang potensial dan memenuhi syarat untuk posisi yang dibutuhkan. Proses ini mencakup penayangan iklan lowongan, pencarian melalui database, job portal, media sosial, hingga pendekatan langsung (headhunting).
Shortlist kandidat terpilih adalah daftar final dari pelamar yang dianggap paling cocok untuk posisi tertentu setelah proses seleksi awal. Kandidat dalam shortlist biasanya akan melanjutkan ke tahap berikutnya seperti wawancara, tes, atau penawaran kerja.
Recruitment (perekrutan) adalah proses mencari dan menarik kandidat sebanyak mungkin yang memenuhi syarat.
Selection (seleksi) adalah proses menyaring dan memilih kandidat terbaik dari sekumpulan pelamar yang telah direkrut.
Singkatnya: recruitment = menarik kandidat, selection = memilih yang paling tepat.
Untuk menemukan kandidat terbaik, proses rekrutmen sebaiknya mencakup
Cake adalah platform rekrutmen dengan +8 juta database talenta di talent pool global. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkan Employer Branding lebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATS Cake AI dan Recruitment Consultant profesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!
