Kandidat: Jenis, Cara Sourcing, dan Seleksinya

Apakah anda sedang mencari kandidat untuk segera mengisi posisi kunci di tim, tapi inbox Anda tetap sunyi meski iklan lowongan sudah dipasang di berbagai portal karier?

Faktanya, riset menunjukkan 75% tenaga kerja termasuk kandidat pasif yang tidak secara aktif mencari pekerjaan, tetapi siap mempertimbangkan tawaran menarik. Di lain pihak, hanya 25% yang benar-benar aktif melamar, sehingga persaingan pada kelompok ini pun ketat (AIHR)

Mari menggali lebih dalam pengertian kandidat, jenis-jenisnya, hingga cara sourcing dan seleksinya dengan tepat dalam ulasan Cake berikut ini.

Ringkasan

  • Kenali Perbedaan Kandidat Aktif & Pasif: Kandidat aktif siap “siap tempur” dengan CV ter-update dan respons mereka relatif cepat. Sedangkan kandidat pasif memerlukan pendekatan personal karena mereka tidak secara terbuka mencari pekerjaan, namun memiliki keahlian langka yang sulit ditemukan.
  • Gunakan Strategi Sourcing Proaktif: Maksimalkan talent database /ATS, bangun "employer branding" yang menarik, aktif berjejaring di LinkedIn & komunitas profesional, dan jalankan program referral untuk menjangkau keduanya.
  • Seleksi dengan Kriteria Terukur: Terapkan penilaian berdasarkan kompetensi teknis, kecocokan budaya kerja, dan potensi jangka panjang. Lengkapi dengan asesmen, wawancara mendalam, serta reference check untuk memvalidasi keaslian informasi.
  • Expert Insight dari Jansen Tendean: Jangan menggunakan asumsi ketika melakukan sourcing. Banyak informasi penting yang tidak tersampaikan di CV. Proses seleksi sebenarnya dimulai saat "interview" pertama, bukan hanya saat melihat berkas.

Memahami Apa Itu Kandidat

“kandidat
Pengertian Kandidat

Pernahkah Anda berpikir, “Siapa sebenarnya kandidat yang tepat untuk posisi ini?”. Menurut Cambridge Dictionary, kandidat artinya adalah orang yang sedang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan atau jabatan terpilih.

Dalam praktik sehari-hari, istilah “kandidat” tidak selalu berarti mereka yang sudah mengirimkan CV. Bisa jadi ada talenta tersembunyi di luar sana—yang belum tahu bahwa perusahaan Anda membuka lowongan. Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah Anda sudah melihat gambaran lengkap siapa saja yang bisa menjadi kandidat?
  • Seberapa jauh Anda siap menjangkau mereka?

Memahami definisi ini akan membantu Anda menyusun strategi rekrutmen yang tajam dan terukur.

Jenis Kandidat: Aktif vs Pasif

“pengertian
Jenis-Jenis Kandidat

Dalam proses pencarian dan pemilihan talenta, penting bagi perusahaan untuk memahami dua jenis kandidat berdasarkan pendekatan mereka terhadap peluang kerja: kandidat aktif dan kandidat pasif.

Kandidat Aktif

Pernahkah Anda menerima tumpukan CV dengan antusias, lalu bertanya, “yang mana ya talenta yang benar-benar cocok?” Itulah ciri khas kandidat aktif.

Definisi:

Kandidat aktif adalah individu yang sedang giat mencari pekerjaan baru—mereka rutin mengirim lamaran, memperbarui profil LinkedIn, dan mengikuti berbagai job fair atau acara rekrutmen.

Kenapa mereka penting?

Dengan kandidat aktif, Anda bisa mengisi posisi lebih cepat karena mereka sudah “siap tempur”: portofolio terbaru, CV yang terstruktur rapi, dan motivasi tinggi untuk segera bergabung.

Karakteristik Utama:

  • Sering melamar: Mengirim CV ke banyak perusahaan dalam rentang waktu singkat.
  • Proaktif update profil: LinkedIn, JobStreet, ataupun portal niche selalu fresh dengan informasi terbaru.
  • Responsif tinggi: Balasan email atau panggilan wawancara biasanya cepat—cukup janjikan proses yang jelas, mereka akan mengikuti.

Apa yang Membuat Mereka Tertarik?

Kandidat aktif cenderung termotivasi oleh:

  • Proses rekrutmen yang transparan: Timeline jelas, tahapan dan kriteria yang diungkap.
  • Detail kompensasi: Rentang gaji, bonus, benefit—diungkap di awal sehingga mereka bisa menilai kesesuaian.
  • Prospek pengembangan: Peluang pelatihan, sertifikasi, atau jenjang karier yang konkret.

Pengingat:

Apakah deskripsi lowongan Anda sudah cukup menarik bagi kandidat aktif?

Kandidat Pasif

Pernahkah Anda menjumpai profesional dengan rekam jejak gemilang, tapi mereka tidak pernah melihat lowongan Anda? Itulah kandidat pasif.

Definisi:

Melansir AIHR, kandidat pasif adalah individu yang tidak sedang secara aktif mencari pekerjaan, namun memiliki keahlian dan pengalaman yang sangat dibutuhkan perusahaan Anda. Mereka tidak tergabung di “applicant pool” karena tidak mengirimkan lamaran—sehingga sering terlewat dari radar rekrutmen biasa.

Mengapa mereka penting?

Mencari kandidat pasif mungkin memerlukan usaha ekstra untuk menggali jaringan, memanfaatkan headhunter, atau kampanye talent branding, namun imbalannya besar. Anda bisa mendapatkan talenta yang tidak hanya sedikit pesaingnya, tetapi juga biasanya sudah terbukti kinerjanya, misalnya untuk posisi eksekutif atau jabatan spesialis tingkat tinggi.

Karakteristik Utama:

  • Jarang atau tidak pernah mengirimkan lamaran secara online
  • Tidak rutin memantau situs lowongan atau grup rekrutmen
  • Umumnya sudah terikat kontrak di perusahaan lain dan nyaman dengan pekerjaannya

Apa yang Membuat Mereka Tertarik?

Kandidat pasif tidak terpikat oleh gaji semata. Mereka lebih responsif pada tawaran yang:

  • Menjanjikan pertumbuhan karier nyata, bukan sekadar promosi jabatan
  • Memberi fleksibilitas atau work–life balance yang lebih baik
  • Mencerminkan budaya perusahaan yang sehat dan mendukung inovasi
  • Menawarkan kesempatan untuk bekerja dalam proyek berdampak besar

Tips Praktis: 

Mulailah dengan menanyakan pada diri sendiri: "Apa “unique selling point” (USP) perusahaan saya yang benar-benar bisa memikat talenta top?". Lalu, komunikasikan USP itu lewat konten LinkedIn, webinar, atau sesi sharing bersama tim Anda.

Cara Sourcing Kandidat Potensial

“kandidat
Cara Sourcing Kandidat Potensial

Mendapatkan kandidat terbaik bukan hanya soal menunggu lamaran masuk. Sourcing kandidat adalah strategi proaktif untuk menjangkau talenta yang sesuai, baik aktif maupun pasif.

Berikut beberapa cara yang efektif:

  • Gunakan talent database: Manfaatkan ATS (Applicant Tracking System) atau platform rekrutmen yang memiliki database besar dengan filter canggih.
  • Optimalkan employer branding: Kandidat pasif tertarik pada perusahaan dengan reputasi baik. Pastikan profil perusahaanmu menarik, informatif, dan menunjukkan nilai-nilai yang kamu bawa.
  • Aktif di LinkedIn & komunitas profesional: Banyak kandidat berkualitas aktif di media sosial profesional. Bangun relasi, bukan hanya memasarkan lowongan.
  • Referral karyawan: Kandidat rekomendasi dari karyawan cenderung memiliki kualitas dan kesesuaian budaya kerja yang lebih tinggi.

Meski begitu, ada perbedaan besar dalam pola merekrut kandidat aktif vs aktif, berikut tabel perbedannya:

Kandidat Aktif Kandidat Pasif
Mengandalkan job board, portal karier, dan media sosial untuk menarik lamaran secara langsung.
Diidentifikasi melalui Boolean search, LinkedIn Advanced Search, dan jaringan headhunter yang proaktif seperti Cake Recruitment Consulting.
Pendekatan “pull”: memasang iklan terbuka dan menunggu aplikasi masuk.
Pendekatan “push”: mengirim pesan personal, cold outreach, serta memanfaatkan program referral dan kampanye talent branding intensif.
Biasanya bersifat informatif dan generik, menjelaskan deskripsi pekerjaan, dan benefit dasar.
Disesuaikan secara personal: mengaitkan pengalaman, minat, dan nilai kandidat dengan budaya perusahaan Anda.
Rendah hingga menengah; banyak template standar yang dipakai berulang.
Tinggi; memanfaatkan hyper-personalized messaging berdasarkan data lokasi, proyek sebelumnya, dan passion pribadi.
Ringkas dan cepat, proses interview dan tes biasanya terstruktur singkat untuk mengisi posisi segera.
Lebih panjang dan memerlukan nurturing: tahap engagement, follow-up berkala, dan diskusi mendalam untuk membangun hubungan.
Menonjolkan benefit dasar dan reputasi umum perusahaan melalui iklan lowongan.
Fokus pada cerita budaya kerja, testimonial karyawan, dan peluang pengembangan jangka panjang untuk menarik perhatian talenta mapan.
Job boards, ATS, dan sistem pelacakan pelamar (Applicant Tracking System).
Platform sourcing canggih (seperti Hireflow), alat pencarian Boolean, serta CRM untuk membangun talent pipeline.
Biaya relatif rendah dan waktu singkat untuk mengisi volume besar posisi entry‐level atau mid‐level.
Investasi tinggi baik dalam hal waktu maupun biaya—sering kali memerlukan dukungan headhunter dan kampanye branding khusus.
Cenderung tinggi karena kandidat aktif memang mencari pekerjaan baru.
Relatif rendah; banyak pesan yang tidak berbalas, sehingga butuh follow-up dan multiple touchpoints.

Expert Insight:

”Jangan menggunakan asumsi ketika melakukan sourcing. Alasannya, banyak informasi yang mungkin tidak tersampaikan dalam CV. Jadi, proses seleksi sebenarnya adalah saat interview pertama, bukan dari saat kita melihat CV mereka.”

Jansen Tendean, Recruitment Consultant & Country Manager Cake

Cara Memilih Kandidat Berkualitas

“kandidat
Cara Seleksi Kandidat

Setelah proses sourcing dilakukan, tantangan berikutnya adalah menyaring kandidat hingga menemukan yang paling sesuai. Berikut prinsip dasar dalam memilih kandidat berkualitas:

  1. Cocok secara kompetensi: Pastikan kandidat memiliki kemampuan teknis dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan posisi.
  2. Kesesuaian budaya kerja: Soft skill, nilai, dan gaya kerja harus cocok dengan tim dan budaya perusahaan.
  3. Potensi jangka panjang: Perhatikan motivasi dan visi karier kandidat—apakah mereka hanya mencari pekerjaan sementara atau ingin tumbuh bersama perusahaan?
  4. Validasi data: Gunakan asesmen, interview mendalam, dan reference check untuk memastikan keaslian informasi yang diberikan kandidat.

Tips:

Pilih satu metode di atas dan coba implementasikan minggu ini, lalu ukur hasilnya.

Pertanyaan Populer Seputar Kandidat

Apa yang dimaksud dengan kandidat?

Kandidat adalah individu yang sedang dipertimbangkan untuk mengisi suatu posisi pekerjaan. Mereka bisa berasal dari proses rekrutmen internal (dari karyawan yang sudah ada) maupun eksternal (dari luar perusahaan). Kandidat biasanya telah memenuhi kualifikasi dasar yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Apa itu mencari kandidat?

Mencari kandidat adalah proses awal dalam rekrutmen untuk menemukan individu yang potensial dan memenuhi syarat untuk posisi yang dibutuhkan. Proses ini mencakup penayangan iklan lowongan, pencarian melalui database, job portal, media sosial, hingga pendekatan langsung (headhunting).

Apa itu shortlist kandidat terpilih?

Shortlist kandidat terpilih adalah daftar final dari pelamar yang dianggap paling cocok untuk posisi tertentu setelah proses seleksi awal. Kandidat dalam shortlist biasanya akan melanjutkan ke tahap berikutnya seperti wawancara, tes, atau penawaran kerja.

Apa bedanya recruitment dan selection?

Recruitment (perekrutan) adalah proses mencari dan menarik kandidat sebanyak mungkin yang memenuhi syarat.
Selection (seleksi) adalah proses menyaring dan memilih kandidat terbaik dari sekumpulan pelamar yang telah direkrut.
Singkatnya: recruitment = menarik kandidat, selection = memilih yang paling tepat.

Proses rekrutmen apa yang diperlukan untuk menemukan kandidat terbaik?

Untuk menemukan kandidat terbaik, proses rekrutmen sebaiknya mencakup

  1. Identifikasi kebutuhan dan job description yang jelas
  2. Strategi sourcing yang sesuai (job portal, media sosial, referral, dsb.)
  3. Screening awal berdasarkan CV dan pengalaman
  4. Wawancara mendalam untuk mengukur kompetensi dan budaya kerja
  5. Tes tambahan seperti tes psikometri atau studi kasus
  6. Validasi data melalui reference check atau background check

Cake adalah platform rekrutmen dengan +8 juta database talenta di talent pool global. Pasang lowongan kerja gratis untuk 3 loker pertama atau mulai tingkatkan Employer Branding lebih efektif bersama Cake. Didukung teknologi ATS Cake AI dan Recruitment Consultant profesional, mulai temukan talenta berkualitas lebih cepat!

Kami ingin menjawab pertanyaan Anda. Dapatkan demo online yang dipersonalisasi untuk memenuhi kebutuhan rekrutmen Anda:
  1. Temukan dan tarik kandidat terbaik
  2. Rekrut dalam waktu singkat
  3. Kelola proses rekrutmen Anda dalam satu sistem

Resume Builder

Build your resume only in minutes!

Artikel untuk kamu

Artikel terbaru lainnya
Tips Rekrutmen
9 Nov 2024

5 Contoh Kontrak Kerja Freelance, Dari Marketing Sampai Programmer

Kontrak kerja freelance adalah kesepakatan yang disetujui oleh pekerja dengan pengusaha atau klien yang berisi daftar hak dan kewajiban dari keduanya.